Jarang sekali saya mencintai seseorang. Sekali saya terpaut, maka susah untuk melepaskan orang yang saya cintai. Karena saya memang susah untuk bisa mencintai. Karena orang yang saya cintai tetap saja selalu ingin pergi untuk mencintai orang lain. Saya berusaha untuk bisa menjadi seseorang yang lebih kuat dan mencoba untuk terus belajar dari hidup saya sebelumnya. Pahit memang. Tapi ini jalan hidup saya, bagaimanapun saya harus tetap bisa bertahan sampai garis finis. Sampai titik dimana saya tidak bisa untuk melangkah lebih kedepan lagi. Saya hanya takut orang yang saya cintai tidak bisa menerima saya seperti ini. Tapi saya tidak au menjadi topeng, hanya ingin memperlihatkan, ini saya dan kamu harus bisa menerima saya. Banyak orang-orang yag tidak bersyukur atas hidupnya, padahal mereka lebih beruntung dibandingkan saya dan lebih banyak mendapat kebahagiaan dibanding saya. Saya iri. Iri bukannya tidak suka, tapi iri ingin seperti itu. Ada banyak hal membuat saya selalu melamun, melamun, melamun.. padahal banyak orang juga yang membuat saya tersenyum, tapi ada lubang di hati saya. dan lubag itu penuh dengan lamunan kabur. Saya tidak tahu apa yang membuat saya begitu sendiri meskipun banyak orang bersama saya dan membuat saya terpingkal-pingkal. Tapi saya merasa itu hanya sementara dan tidak bisa dibawa sampai saya lelap. Karena esok akan berbeda lagi.
Saya tahu, seseorang yang saya sayagi saat ini sudah memberikan kegembiraan sepenuhnya untuk saya dan selalu membuat saya bisa tersenyum dan tidak suka sedikitpun melihat pipi saya bengkak karena ngambek. Saya tahu dia menyayangi saya dan mencintai saya dengan tulus menerima saya apa adanya. Tapi saya begitu takut, takut apabila hanya sementara dan dia meninggalkan saya saat saya benar-benar berada di atas keahagiaan. Terlalu banyak orang yang meninggalkan saya. terlalu banyak orang yang pergi tanpa alasan dan memilih jalan lain. Saya seperti orang terbuang saja, hahahaha. Tapi saya tahu bahwa hidup tidak hanya untuk meikirkan mereka-mereka yang meninggalkan saya. Hanya harus tetap memikirkan hidup saya. saya harus berjuang dan harus bisa lebih. Kadang saya tidak kuat dalam hal ini. Saya harus menuntut ilmu atau bekerja untuk hidup saya.Dilema seperti ini yang membuat saya sangat sulit beberapa akhir ini. Tapi sayaadalah saya. Bagaimanapun hanya saya yang tahu siapa saya, meskipun kadang saya tidak peduli dengan diri saya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar